PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali menggenjot aktivitas produksi di pabriknya di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi tahap 3.
Daihatsu yang sebelumnya hanya mengaktifkan 1 shift produksi di pabriknya yang berada di Sunter dan Karawang, kini mulai Agustus 2020 kembali mengaktifkan 2 shift produksi.
Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT ADM, Amelia Tjandra,
mengatakan adanya kebijakan penambahan shift produksi tersebut, tidak terlepas dari mulai menipisnya stok unit mobil Daihatsu yang ada saat ini.
Kami bersyukur, pasar mobil mulai menunjukkan peningkatan.
Daihatsu berharap kondisi perekonomoian Indonesia terus bergairah dan meningkatkan daya beli masyarakat,
sehingga memberikan dampak positif pada pasar mobil Indonesia,” ujar Amelia seperti dalam rilis yang kumparan terima.
Dengan peningkatan kapasitas produksi ini, diharapkan dapat berdampak pada hasil produksi Daihatsu yang meningkat hingga 4 kali lipat pada akhir Agustus.
Menipisnya stok unit Daihatsu memang terbilang wajar. Sebab,
pabrikan berlogo D itu sebelumnya harus melakukan penghentian aktivitas produksi di dua pabriknya secara total sejak 10 April hingga 2 Juni 2020.
Barulah pada 3 Juni 2020, Daihatsu kembali mengaktifkan aktivitas produksi di pabriknya secara terbatas,
yakni hanya 1 shift di masing-masing fasilitas produksi.
Produksi mobil Daihatsu turun 98 persen selama PSBB Transisi
Adapun, mengacu data produksi yang ada di Gaikindo, Daihatsu tercatat hanya memproduksi 333 unit kendaraan selama Juni 2020.
Capaian itu jelas jauh menurun hingga 98,1 persen, bila dibandingkan Maret 2020.
Saat itu, sebelum adanya PSBB dan penghentian aktivitas pabrik,
jenama Jepang ini masih mampu memproduksi 17.972 unit kendaraan dari 2 shift produksi di 2 pabriknya.
Sumber : republika