Rem blong pada motor atau mobil adalah satu-satunya penyebab utama kecelakaan lalu lintas yang masih sering terjadi.
Permasalahan ini sebenarnya tidak hanya disebabkan oleh perawatan mobil yang kurang memadai, namun juga bisa disebabkan oleh teknik pengereman yang pengendara gunakan di jalan turunan.
Menurut Jusri Pulubuhu, sebagai pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC),
teknik pengereman yang yang salah di jalan turunan menyebabkan kinerja rem menjadi kurang maksimal dan mengakibatkan rem blong.
Adapun Jusri menjelaskan beberapa teknik pengereman yang dapat dilakukan saat melalui jalan turunan yang panjang.
1. Jangan Terus Menginjak Pedal Rem
Biasanya, beberapa orang pasti akan terus menginjak pedal rem saat mobil melalui jalan turunan. Padahal, cara seperti itu justru berpotensi membuat rem mengalami brake fading.
“Jadi, sistem rem akan mengalami kegagalan fungsi yang diakibatkan oleh gesekan yang terlalu lama dan menimbulkan panas berlebih.
Efeknya jelas menjadi brake fading dan pengereman menjadi tidak maksimal,” ujar Jusri.
Oleh karena itu, Jusri menyarankan agar pengemudi sesekali mengocok rem tersebut dengan cara menginjak pedal rem secara berulang-ulang.
2. Gunakan Engine Brake
Agar kinerja rem menjadi tidak berat, Jusri menyarankan agar saat melalui turunan yang panjang, gunakanlah teknik pengereman engine brake.
Teknik pengereman engine brake sendiri, yaitu dengan cara memindahkan gigi transmisi ke yang lebih rendah .
“Dengan menurunkan ke gigi yang lebih rendah, otomatis kecepatan laju mobil akan ikut berkurang,” ucap Jusri.
3. Lakukan Penurunan Gigi Secara Bertahap
Saat melakukan engine brake, Jusri juga menyarankan agar pengemudi memindahkan gigi secara bertahap. Hindari memindahkan gigi secara loncat ke yang lebih rendah.
Contohnya, apabila saat melaju, transmisi mobil berada di gigi 5, maka turunkanlah secara bertahap dan jangan langsung loncat ke gigi 2. Selain itu, hindari juga menetralkan gigi mobil saat melaju di jalan yang menurun.
4. Lakukan Perpindahan Gigi Sebelum Menurun
Perpindahan penurunan gigi juga sebaiknya dilakukan sesaat sebelum mobil mulai melaju menurun. Hal tersebut agar kinerja engine brake dapat berfungsi maksimal.
“Perpindahan gigi sebaiknya dilakukan pada saat berada di puncak atau saat akan masuk ke turunan. Karena bila di tengah turunan, memungkinkan pengemudi menggunakan banyak rem,” jelas Jusri.
5. Jaga Jarak Aman
Selain itu, Jusri juga menyarankan agar pengemudi menjaga jarak aman dengan mobil di depannya. Jarak yang terlalu dekat dengan mobil depan dikhawatirkan akan membuat mobil menjadi sering mengerem.
“Terakhir sih, harus jaga jarak. Kalau antar kendaraan jaraknya terlalu dekat, maka berpotensi membuat rem menjadi sering diinjak,” ujar Jusri.
Tak lupa, Jusri juga mengingatkan agar para pengemudi atau pemilik mobil, untuk selalu memperhatikan dan rutin memeriksa kondisi sistem rem pada mobilnya masing-masing.
Wah, ternyata itu dia teknik pengereman yang wajib dilakukan para pengemudi.
Sumber : kumparan
